Sungguh menyenangkan bisa berpetualang ke gua pindul. Mungkin itulah ungkapan perasaan yang bisa menggambarkan betapa menakjubkannya keindahan gua pindul. Mari simak cerita berikut ini.

Pagi itu adalah pagi yang cerah bagi kami semua, anggota kepengurusan cendekia teknika yang baru untuk menjalankan program kerja kami di awal kepengurusan 2012 yaitu EJAK (Cendekia Teknika Jalan2 yuk!). Gua pindul menjadi objek wisata tujuan kami karena beberapa alasan. Pertama, keinginan untuk membuktikan sendiri keindahan dan pesona alam gua pindul. Dan yang kedua akses jalan menuju lokasi yang mudah dan biaya masuk yang relatif terjangkau menjadikan kami yakin untuk memilih gua pindul sebagai tujuan EJAK kali ini.

Perjalanan di mulai sekitar jam 8 pagi dari fakultas teknik UGM. Rombongan kami yang berjumlah 15 orang secara bergantian masuk bis dan selama 2 jam akhirnya kami sampai tujuan. Gua pindul terletak di desa bejiharjo, kecamatan wonosari , kabupaten gunung kidul Yogyakarta. Sesampainya disana kami langsung menuju sekretariat pembelian tiket. Ternyata di lokasi objek wisata gua pindul ini kita bisa memilih paket wisata yang meliputi cave tubing di gua pindul, caving di gua gelatik dan rafting di sungai oya.

Dari ketiga paket itu, akhirnya kami memutuskan untuk cave tubing di gua pindul. Dengan biaya Rp 30.000/orang kami pun bersiap untuk menyusuri ruangan bawah tanah di gua pindul. Beberapa perlengkapan yang harus kami kenakan untuk menjaga keselamatan diantaranya jaket pelampung, ban dalam dan head lamp. Semua perlengkapan sudah disediakan oleh pihak pengelola disana.

Setelah berjalan kaki kurang lebih 500 m dari sekretariat, kami pun tiba di mulut gua pindul. Batu kapur yang menggantung di depan gua menjadi pemandangan pertama yang kami lihat. Ini merupakan pengalaman pertama saya masuk ke dalam gua yang didalamnya mengalir sungai. Ya memang Gua Pindul merupakan salah satu dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo yang menawarkan sensasi petualangan berbeda. Selama kurang lebih 45 menit kami menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung.

Ada yang menarik saat menyusuri gua pindul yaitu zona vertikal. Pada zona ini, bagian atas gua yang berlubang membuat cahaya matahari masuk dan menyinari ruangan yang ada di dalam gua. Subhanallah, sungguh pemandangan yang menakjubkan. Setelah melewati zona vertikal, beberapa meter kemudian kami pun sampai di ujung gua. Meskipun dengan baju yang masih basah, kami menyempatkan diri untuk mengabadikan momen yang belum tentu datang dua kali ini.

Tanpa kami sadari waktu sudah memasuki Dluhur, dan itu artinya kami harus segera ganti baju dan menunaikan sholat Dluhur. Saya sangat merasakan kebersamaan saat melaksanakan sholat Dluhur berjamaah. Bagi saya CT bukan hanya sebuah organisasi tapi sahabat, teman, dan keluarga.

Perjalanan ke gua pindul merupakan salah satu wujud kebersamaan kami. Lebih dari sekedar perjalanan wisata tapi inilah awal dari perjalanan organisasi CT setahun kedepan.

Jiwa yang baru, semangat baru!!!